Kebakaran hutan di Indonesia: asap melintasi laut dan berdampak pada 3 negara; dampak sosial-ekonomi diperkirakan sekitar 147,5 miliar yen (US$983 juta)

Pembakaran bawah tanah di lahan gambut dan angin muson menyebabkan asap melintasi laut
Karakteristik kebakaran lahan gambut dan angin muson berperan besar dalam pencemaran udara yang meluas ini.
Lahan gambut yang membentang di Pulau Sumatra dan Kalimantan dapat terus membara, bukan hanya di permukaan tetapi juga di bawah tanah, ketika mengering. Akibatnya, asap dapat dihasilkan dalam waktu lama. Angin yang berubah arah sesuai musim kemudian membawa asap tersebut melintasi laut.
Pada 15 Oktober, otoritas meteorologi Singapura mengumumkan bahwa angin dari arah tenggara membawa asap dari Kalimantan ke arah Singapura.
Dengan kata lain, meskipun berada jauh dari sumber kebakaran, langit di seberang laut dapat diselimuti asap hanya karena perubahan arah angin. Perpaduan lokasi kebakaran dan arah angin menentukan seberapa luas pencemaran melintasi perbatasan.
smoke spread_20261023-768x432.webp)
Dua jalur lintas laut membawa asap ke kota-kota sekitar
Kabut asap kali ini memiliki dua jalur utama penyebaran yang melintasi laut.
Jalur pertama berasal dari Pulau Sumatra. Asap kebakaran di bagian timur dan selatan pulau itu melintasi Selat Malaka, lalu bergerak ke Semenanjung Malaya di seberangnya dan ke arah Singapura.
Jalur kedua berasal dari Kalimantan. Asap menyebar ke wilayah seperti Sarawak, Malaysia, dan juga terbawa angin melintasi laut hingga ke arah Singapura.
Perpaduan dua sumber kebakaran dan arah angin membuat wilayah yang tertutup asap berubah dengan cepat. Bahkan kawasan perkotaan yang dipisahkan oleh laut dari lokasi kebakaran dapat tiba-tiba menjadi jalur perlintasan asap, sehingga pencemaran langsung menjangkau tempat tinggal dan aktivitas masyarakat. Karena wilayah yang terdampak terus berubah mengikuti arah angin dan kondisi kebakaran, pergerakan angin di ketinggian perlu dipantau dengan saksama.
Dampak sosial-ekonomi di 3 negara diperkirakan sekitar 147,5 miliar yen (US$983 juta)
Berdasarkan informasi publik hingga 19 Oktober 2026, Weathernews memperkirakan total dampak di ketiga negara mencapai sekitar 147,5 miliar yen (sekitar US$983 juta).
Menurut negara, dampaknya diperkirakan sekitar 16,4 miliar yen (sekitar US$109 juta) di Indonesia, 55,1 miliar yen (sekitar US$367 juta) di Malaysia, dan 76 miliar yen (sekitar US$507 juta) di Singapura.
Di Indonesia, tempat kebakaran bermula, dampak langsung seperti kerusakan perkebunan dan kegiatan pemadaman menjadi bagian utama. Sementara itu, negara-negara sekitar mengalami dampak tidak langsung yang besar terhadap kesehatan, tenaga kerja, logistik, dan pariwisata. Penutupan sekolah terjadi di Kuala Lumpur dan negara bagian Johor, Malaysia, dan penerbangan yang menghubungkan kedua negara dibatalkan.
Hal ini menunjukkan pola serius yang khas dari pencemaran lintas batas: dampak cenderung lebih besar di wilayah dengan konsentrasi kegiatan perkotaan.
Indonesian wildfire economic impact_20261023-1600x900.webp)
290 satwa liar diselamatkan setelah kehilangan habitat; kerusakan ekosistem tak ternilai dengan uang
Dampak kebakaran hutan tidak terbatas pada kesehatan manusia dan kegiatan ekonomi.
Kebakaran juga terjadi di Taman Nasional Tanjung Puting di Kalimantan, habitat orangutan. Di antaranya di Kalimantan Barat, satwa liar seperti trenggiling dan bekantan juga berulang kali diselamatkan.
Menurut Kementerian Kehutanan Indonesia, hingga 8 Oktober sebanyak 290 satwa liar telah diselamatkan di seluruh negeri. Mereka dipindahkan ke habitat yang aman serta mendapat perlindungan dan rehabilitasi. Kebakaran tidak hanya menghanguskan hutan, tetapi juga menghilangkan vegetasi yang menjadi sumber makanan dan tempat tinggal satwa.
Kerusakan lingkungan alam seperti ini merupakan kerugian jangka panjang yang tak terukur hanya dari angka dampak ekonomi yang diperkirakan.
Perubahan arah angin dan hujan akan memengaruhi penyebaran kabut asap
Perkembangan pencemaran udara ke depan tidak hanya ditentukan oleh kondisi pemadaman kebakaran.
Perubahan kondisi cuaca, terutama arah angin dalam cakupan luas dan curah hujan, menjadi faktor kunci. Oktober merupakan masa peralihan angin muson di Asia Tenggara. Perubahan arah angin dapat mengubah negara dan wilayah yang menjadi tujuan masuknya asap. Ada kemungkinan asap akan mengalir ke kota-kota yang sejauh ini hanya sedikit terdampak, sehingga pergerakan angin perlu terus dipantau.
Peningkatan curah hujan diharapkan dapat mencegah meluasnya kebakaran dan mengurangi asap di udara. Namun, pembakaran di bawah tanah dapat terus berlangsung di lahan gambut. Meski hujan turun di permukaan, titik api jauh di bawah tanah dapat tetap membara, sehingga asap berisiko kembali menyebar terbawa angin. Karena itu, kondisi hujan di wilayah kebakaran dan arah angin yang membawa asap ke negara-negara sekitar perlu terus dipantau.
Dasar perhitungan dan metode estimasi
Berdasarkan informasi publik hingga 19 Oktober 2026, Weathernews mengonversi ke nilai uang dampak langsung seperti kerusakan hutan dan perkebunan serta kegiatan pemadaman, dan dampak tidak langsung kabut asap terhadap kesehatan, tenaga kerja, logistik, dan pariwisata.
Perhitungan ini mengasumsikan periode dampak kabut asap selama 10 hari. Estimasi dibuat dengan menggabungkan kondisi perhitungan, seperti jumlah penduduk terdampak dan skala ekonomi tiap sektor, dengan asumsi seperti kenaikan kunjungan medis sebesar 12% dan penurunan produktivitas kerja sebesar 6%.
Perkiraan ini merupakan estimasi independen yang didasarkan pada sejumlah asumsi, bukan angka kerugian pasti yang ditetapkan oleh lembaga pemerintah. Dampak sebenarnya dapat berbeda bergantung pada kondisi cuaca dan kegiatan masyarakat, dan beberapa komponen estimasi mungkin tumpang tindih. ※ Konversi mata uang dihitung dengan asumsi US$1 = 150 yen.
Sumber utama dan informasi rujukan
・ASEAN Specialised Meteorological Centre (ASMC): pemantauan kebakaran hutan dan kabut asap lintas batas; prospek angin muson dan cuaca
・Meteorological Service Singapore (MSS) dan National Environment Agency (NEA): kondisi kabut asap pada 15 Oktober 2026 dan arah pergerakan asap
・Departemen Lingkungan Hidup Malaysia (DOE): kondisi kabut asap lintas batas dan indeks pencemaran udara
・Kementerian Pendidikan Malaysia (KPM) dan otoritas pendidikan negara bagian: penutupan sekolah akibat pencemaran udara pada Oktober 2026
・Maskapai Firefly: informasi pembatalan penerbangan rute Subang–Seletar, diumumkan pada 12 Oktober 2026
・Kementerian Kehutanan Indonesia dan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB): kebakaran hutan dan lahan gambut, kegiatan pemadaman, serta perlindungan dan penyelamatan satwa liar
・International Fund for Animal Welfare (IFAW): laporan mengenai dampak terhadap satwa liar pada 18 September 2026
・Otoritas kesehatan di masing-masing negara: informasi yang dipublikasikan mengenai dampak kesehatan




